Bukittinggi – Baru saja dua pelaku jambret di Agam, EK  (22) dan YK (24), ditangkap polisi di daerah Pasar Lama Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung pada Kamis (30/12/2021).

Kedua pelaku ditangkap usai menjambret di Jalan Gajah Mada, depan A Center Bougenvile Pasar Lama Lubuk Basung, Kamis (30/12/2021) sekitar pukul 13.30 WIB.

Aksi jambret bisa terjadi kapan pun dan di manapun. Bahkan tak sedikit penjambret tak pandang bulu dalam memilih korbannya.
Background pelaku pun bermacam-macam.

Aksi nekad itu juga dilakukan dengan berbagai modus. Bisa jadi pelaku berkomplot, maupun beraksi sendiri. Tak hanya orang yang sedang diam di tempat, orang ang sedang berkendara pun bisa jadi sasaran jambret.

Contohnya kejadian penjambretan terjadi siang hari di Jalan Prof. Dr. Hamka Bukittinggi, Jumat (10/12/2021), korban dijambret di sekitar Simpang Landbow Bukittinggi oleh seorang pria menggunakan sepeda motor RX King.

Dalam beberapa kasus, sejumlah pelaku pun tak peduli bila aksinya sampai menghilangkan nyawa korbannya akibat kecelakaan lalu lintas.

Biasanya, objek yang jadi sasaran jambret meliputi ponsel (yang tengah digunakan korban), dompet atau uang (yang diletakkan di dashboard sepeda motor), maupun tas selempang yang gampang ditarik.

Kali ini lensasumbar.com berbagi tips menghindari pelaku jambret yang mengintai di jalanan Bukittinggi – Agam.

1. Waspada Situasi Sekitar

Sikap waspada terhadap orang sekitar harus dilakukan. Terlebih ketika melihat gerak-gerik pelaku atau pengendara motor yang mencurigakan di sekitar kita.

Kerap kali, pelaku mengintai, membuntuti dan memepet korban. Biasanya pelaku perorangan maupun lebih dari satu orang.

2. Pelaku Komplotan

Kerap kali pelaku menguntit, kemudian para kelompok yang lebih dari dua orang tersebut menyebar dengan berbagai peran.
Peran tersebut seperti kipas, ada yang membuka jalan, menarik barang dan pelaku lain menghalangi agar korban tidak dapat mengejar komplotan.

3. Tidak Menggunakan Barang Mencolok

Beberapa tips lain yaitu tidak menggunakan barang mencolok seperti perhiasan, tas atau dompet yang gampang lepas dari pegangan.
Diharapkan juga untuk tidak menggunakan ponsel atau gadget di pinggir jalan maupun saat berkendara.

4. Klakson

Apabila merasa terancam, upayakan mencari bantuan ke kantor polisi atau warga sekitar. Paling mudah, saat berkendara bunyikan klakson berkali-kali untuk mengundang perhatian masyarakat lain.

5. Tancap Gas ke Tempat Ramai

Walaupun belum terjadi, kewaspadaan lain juga dapat dilakukan menghindari aksi pelaku dengan tancap gas ke tempat ramai.
Namun, diharapkan saat berada di tempat ramai, korban berdiam diri beberapa waktu hingga merasa aman untuk melanjutkan perjalanan.(*)

Ikuti kami juga dihalaman Google News

Bagikan: