Musprov Pordasi Sumbar Digelar, Ramlan Nurmatias Laporkan Pertanggungjawaban

Bukittinggi , lensasumbar.com – Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumbar menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-XI di Hotel Dymens, Rabu (1/6). Agenda ini diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya.

Ketua Pordasi Sumbar Periode 2018-2022, Ramlan Nurmatias menjelaskan, sesuai AD-ART, jabatan Ketua berlangsung selama 4 tahun. Sesuai SK yang ada seharusnya Musyawarah Provinsi (Musprov) ini digelar dua bulan lalu. Lalu karena bertepatan bulan puasa, SK diperpanjang oleh Pengurus Pusat (PP) Pordasi.

“Pordasi ini organisasi yang sedikit berbeda, bukan mengurus manusia saja, tapi juga kuda sebagai atlet pacuan bersama Joki-nya,” kata Ramlan.

Ramlan mengakui selama kepemimpinannya banyak program yang terhalang karena Pandemi Covid-19.

 

“Dari akhir 2018 sampai akhir tahun 2019 masih bisa pacuan kuda digelar 9 kali. Namun, menghadapi Covid-19 aktivitas terhenti dua tahun. Pandemi ini melanda semua sektor, termasuk olahraga lain. Selama Covid-19, pacuan kuda hanya bisa sekali digelar dalam rangka HUT TNI AU, di Kota Padang. Itupun pacuan kuda digelar tanpa penonton,” jelasnya.

“Karena Presiden sudah membebaskan di luar ruangan untuk tidak pakai masker, maka segera tentu akan banyak kegiatan yang bisa digelar, terdekat 26 Juni mendatang pacuan kuda digelar di Kota Padangpanjang,” katanya.

Ramlan pun mempersilakan setiap kandidat yang mau menjadi pengurus periode berikutnya. Ia bercerita, Pordasi yang didirkan tahun 1966 diinisiasi oleh lima provinsi, karena itu pada logo dicantumkan lima lingkaran.

“Beternak kuda, dalam usia setahun, jika bibitnya bagus harganya bisa ratusan juta. Bibit kuda Sumbar menentukan kejuaraan nasional. Belum lama ini, ada kuda yang dijual seharga Rp 680 juta,” katanya.

Selama Pordasi berdiri di Indonesia, sambung Ramlan, belum pernah kejuaraan nasional seri 1 dan seri 2 digelar di Sumbar. Bahkan, olahraga berkuda juga sudah masuk salah satu cabang yang dipertandingkan di PON.

“Maka ini semua perlu disiapkan. Banyak yang menggantungkan hidup di olahraga ini, mulai dari tukang menyabit rumput, pelatih, joki, dan pengurus kandang. Ini lingkaran ekonomi yang besar dan bisa menghidupi banyak masyarakat. Semoga Dispora Sumbar dan KONI Sumbar semakin memperhatikan ini. Kami juga mohon dukungan karena pada Juli 2023 akan ada Kejurnas, semoga Sumbar bisa mempersiapkan hal itu,” pinta Ramlan.

Terakhir, Ramlan berharap olahraga berkuda ini tidak menjadi ajang perpecahan, terjerumus ke arah konflik. Katanya, jika ada pribadi yang berkonflik jangan menyeret organisasi.

“Saya hanya manusia biasa, jika ada kekurangan selama kepengurusan ini, saya minta maaf. Tidak ada yang sempurna, semoga pengurus terpilih ke depan bisa membawa olahraga ini semakin lebih baik,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Plt Ketua KONI Sumbar, Hamdanus berjanji akan memfasilitasi Pordasi untuk menggelar pacuan kuda yang lebih meriah.

“KONI atas segala kewenangan dan kemampuan yang dimiliki akan mendukung sepenuhnya Kejurnas tahun depan. Semoga pelaksanaan itu akan membantah asumsi yang meragukan kemampuan Sumbar sebagai tuan rumah acara nasional,” ujarnya.

Joni Hendri yang hadir mewakili Ketua Umum PP Pordasi, Triwatty Marciano, mengapresiasi perkembangan olahraga berkuda dan segala dinamika organisasi Pordasi Sumbar.

“Di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias banyak kemajuan organisasi yang telah dicapai di Sumbar, semoga ini membawa angin segar untuk semakin baik lagi ke depan. Baik itu disiplin olahraga pacuan kuda, equestrian, polo, maupun horseback archery,” ujarnya.

“PON sebagai puncak iven olahraga akan digelar di Aceh dan Sumut, nanti akan mempertandingkan olahraga berkuda. Semoga Kejurnas tahun 2023 dapat dimaksimalkan oleh Sumbar untuk mendorong kesiapan tampil di PON,” imbuh Joni.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Dedy Diantolani meminta Pengprov Pordasi Sumbar segera memasukkan proposal agar bisa dialokasikan dananya oleh APBD Sumbar tahun 2023.

“Semoga dalam Musprov ini terpilih pengurus yang bisa membawa organisasi ini lebih baik ke depan. Pak Gubernur memang memiliki keinginan agar semakin banyak acara yang bisa menunjang pariwisata dan ekonomi kreatif. Mudah-mudahan rencana Kejurnas di Sumbar bisa terselenggara dengan sukses,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua terpilih Deri Asta berharap atas terpilihnya ia sebagai Ketua Pordasi Sumbar yang baru, perlu dukungan dari ketua lama supaya Pordasi Sumbar bisa lebih maju.
Dia mengucapkan terima kasih ke Ramlan yang selama ini telah membimbingnya di olah raga berkuda.

“Saya junior Ramlan. Saya memang diajak dia (Ramlan, red) mengurus kuda. Sekarang disuruh melanjutkan mengurus apa sudah dia (Ramlan, red) lakukan,” kata Wali Kota Sawahlunto ini.
Deri mengatakan, ia memang telah diminta oleh Ramlan Nurmatias untuk melanjutkan kepengurusan Pordasi Sumbar.
Ia menyampaikan, apa yang terjadi pada musyawarah Pordasi memang seperti ini harusnya dalam berorganisasi, tak perlu gontok-gontokan mengurus organisasi.
Di tempat sama, Ketua Pordasi Periode 2018 – 2022, Ramlan mengatakan, dalam mengurus organisasi sebenarnya tidak lah berat, sepanjang semua bersatu.
“Wali Kota Sawahlunto Deri Asta adik saya. Tadi karena tidak ada yang datang, saya tandatangani (maju calon, red). Tapi karena Deri Asta datang, maka saya minta dia (Deri, red) melanjutkan untuk mengurus Pordasi, karena gelanggang ada di sana (Sawahlunto, red),” ucapnya (Hendra)

Ikuti kami juga dihalaman Google News

Bagikan: