Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir baru saja memilih Endang Tirtana sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Penunjukan tersebut ditetapkan pemegang saham melalui Surat Keputusan atau SK-417/MBU/12/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) KAI.

Endang Tirtana masuk menggantikan Pungky Sumadi sebagai Komisaris KAI yang secara bersamaan diberhentikan. Pungky menjabat sebagai komisaris sejak 2017.

“Adanya pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) diharapkan dapat berdampak positif untuk menjaga dan meningkatkan kinerja perseroan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Asdo Artriviyanto, dalam suratnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/12/2021).

Endang Tirtana yang berasal dari Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Ia lahir di Padang Balai Pasaman pada 9 April 1981. Ia merupakan wajah lama di perusahana pelat merah sebagai komisaris (komisaris BUMN). Sebelum diangkat sebagai Komisaris Independen KAI, Endang Tirtana merupakan Komisaris Independen di PT Semen Baturaja (Persero). Dia diangkat di BUMN semen itu pada Agustus 2020.

Sebagaimana dikutip dari laman facebooknya ia mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir.

“Terima kasih kepada Pak Erick Thohir yang telah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjadi Komisaris Independen di KAI. Semoga kehadiran saya memberi kontribusi positif. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para senior, sahabat, dan teman2 yang telah mengucapkan selamat dan doa. Amanah ini akan saya pegang sebagai pengabdian dan akan saya pertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah SWT. Mohon saran dan dukungannya semua. Salam sehat untuk kita semua. Amiin. Naik kereta api, tut tut siapa hendak ikut.😀Mari naik kereta api. Salam Anak Kampuang,” ujarnya.

Ia juga alumni dari IAIN (kini UIN) Imam Bonjol Padang angkatan 2000. Meraih gelar sarjana di jurusan Aqidan Filsafat Fakultas Ushuluddin.

Selain itu Endang juga merupaka Peneliti Senior Maarif Institute For Culture and Humanity, lalu Direktur Media Said Aqil Sirodj Institute sejak 2017 hingga saat ini.

Tak hanya itu, Endang juga menjabat sebagai Direktur Indonesian Watch for Democracy dari 2017 hingga Saat ini. Selain itu, dia pernah menjabat mengemban amanah sebagai Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik di Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015.(*)

 

Ikuti kami juga dihalaman Google News

Bagikan: